Posted on

AS Roma Terbaik Di Serie A

AS Roma Terbaik Di Serie A

 

Roma Terbaik Di Serie A

Eks pelatih dari klub AC Milan, Carlo Ancelotti mengemukakan pendapatnya bahwa AS Roma adalah tim terbaik yang ada di Serie A Italia untuk saat ini. Tim yang kini diasuh oleh Rudi Garcia tersebut kini berada di posisi keempat klasemen sementara Serie A dengan total perolehan 14 poin yang didapat dari empat kemenangan dan dua kali hasil imbang.

Berdasarkan catatan pertandingan tersebut, mantan pelatih Carlo Ancelotti menyebut Roma sebagai klub yang terbaik di Serie A Italia untuk saat ini.

“Bisa dikatakan ini jelas sebuah kampanye yang sangat ketat di papan klasemen Serie A, masih terbuka banyak peluang untuk siapapun dan apapun bisa saja terjadi,” ujar Ancelotti seperti dimuat oleh Sportsmole pada Selasa (13/10/2015).

“Fiorentina sendiri tampil dengan baik dan berhasil mengejutkan tim – tim yang besar. Mereka melakukan transfer yang hebat pada musim panas tahun ini. Mereka sekarang berhasil menanjak ke posisi atas. Kita tidak akan bisa tahu siapa yang akan memenangkan kompetisi kali ini. Bisa saja Fiorentina, Napoli, Roma, ataupun Juventus yang akan memberikan perlawanan,” tambah pria yang saat ini berusia 56 tahun tersebut.

“Roma sendiri adalah tim yang mempunyai kualitas terbaik dan mereka sangat berpotensi untuk memenangkan scudetto. Pada posisi penyerang mereka memiliki Edin Dzeko, Mohamed Salah, Gervinho, Iago Falque, dan juga Fransesco Totti. Pada lini pemain tengah mereka memiliki Radja Nainggolan serta Miralem Pjanic, kedua pemain tengah tersebut mampu menyeimbangkan antara teknik dan kekuatan,” tandasnya.

Posted on

Menurut Juan Manuel Vargas, Alexis Sanchez Itu Bukan Pemain Istimewa

Menurut Juan Manuel Vargas, Alexis Sanchez Itu Bukan Pemain Istimewa

Menurut Juan Manuel Vargas, Alexis Sanchez Itu Bukan Pemain Istimewa

Penggawa Peru tak gentar menghadapi bintang Arsenal mendekati duel di Copa America

Juan Manuel Vargas tak beranggapan Eduardo Vargas & Alexis Sanchez adalah pemain yang special mendekati duel antara Peru & Chile di semi-final Copa America 2015.

La Blanquirroja menyegel ruangan di empat besar berkat kemenangan 3-1 atas Bolivia, Sabtu, & dapat berjumpa tuan rumah di Estadio Nacional, Senin (29/6). Walaupun dapat mendapat dukungan penuh pendukung juga materi pemain mumpuni, Vargas tak mencemaskan mutu barisan depan La Roja yang sudah mengoleksi 11 gol dalam empat kejuaraan.

“Melawan mereka kami mesti memainkan permainan sendiri. Aku sempat melawan Alexis & Vargas & mereka tak teristimewa,” ucap penggawa Fiorentina terhadap reporter.

“Kami masihlah punya jenjang waktu tiga hari, karena itu silahkan berpikir soal diri sendiri & mengoreksi kesalahan kami.”

Kunci kemenangan atas Bolivia pada sekian banyak masa ada kepada Paolo Guerrero yang tampil cemerlang bersama menorehkan hat-trick. Vargas menginginkan Los Incas menambahkan tindakan briliannya waktu pertemuan Chile.

“Kami bermain bagus. Kami melaksanakan apa yang diminta pelatih. Aku pikir melawan Chile kira kira bakal sama, namun kami mesti lebih fokus dikarenakan kami tidak sanggup memberikan Chile kesempatan dikarenakan mereka tampil bagus & bermain di rumah.

“Tapi kami dapat mengupayakan bermain dari kaki ke kaki & coba menggunakan kesalahan mereka. Ini akan menjadi laga yang susah, kami mesti konsentrasi di seluruh lini untuk aman & menghantam mereka bersama kecepatan.”

Posted on

Laporan Pertandingan: Fiorentina 3-0 Parma

Laporan Pertandingan: Fiorentina 3-0 Parma


Laporan Pertandingan: Fiorentina 3-0 Parma

Fiorentina menjaga peluang finis di papan Liga Europa.

Fiorentina mampu bangkit dari kekalahan di tangan Sevilla di semi-final Liga Europa dengan meraih kemenangan 3-0 atas Parma dalam lanjutan Serie A pekan ke-36 di Stadio Artemio Franchi, Selasa (19/5) dinihari WIB.
Fiorentina gagal melaju ke final dengan kekalahan agregat 5-0, namun mereka dengan cepat bisa melupakan kesedihan dengan menggasak Parma tiga gol tanpa balas.

Tuan rumah unggul pada menit ke-13 melalui Gonzalo Rodriguez, yang sepakannya membuahkan hasil. Beberapa saat kemudian, mereka berpeluang unggul kembali, namun gagal berbuah gol. Giliran Parma yang nyaris menyamakan kedudukan ketika Raffaele Palladino gagal memanfaatkan peluang berhadap-hadapan satu-satu dengan lawan.

Fiorentina akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-31 lewat aksi Alberto Gilardino, yang memanfaatkan sepak pojok Matias Fernandez. Ini adalah gol ke-12 La Viola yang tercipta melalui situasi tendangan penjuru, sebagai yang terbanyak di antara tim-tim Serie A.

Mohamed Salah memperbesar kemenangan Fiorentina di babak kedua, tepatnya pada menit ke-56 dengan sebuah sepakan mendatar. Hingga pertandingan berakhir, tim tamu tidak mampu mencetak gol balasan.

Dengan kemenangan ini, Fiorentina naik ke peringkat kelima dengan mengumpulkan 58 poin, sedangkan Parma sudah dipastikan terdegradasi ke Serie B jauh-jauh hari.