Posted on

Jerman Tanpa Manuel Neuer, Thomas Muller & Toni Kroos

Jerman Tanpa Manuel Neuer, Thomas Muller & Toni Kroos

Jerman Tanpa Manuel Neuer, Thomas Muller & Toni Kroos

Joachim Low memilih untuk mengistirahatkan trio pemain bintangnya dalam jeda internasional bulan depan.

Pelatih timnas Jerman Joachim Low memutuskan untuk tidak memanggil Manuel Neuer, Thomas Muller, dan Toni Kroos dalam daftar skuat terkini yang dipersiapkan untuk menghadapi jeda internasional pada Juni mendatang.

Sang juara dunia bakal berhadapan dengan Amerika Serikat besutan Jurgen Klinsmann dalam laga uji coba pada 10 Juni sebelum terbang ke Gibraltar tiga hari berselang dalam laga lanjutan kualifikasi Euro 2016.

Neuer terpaksa dicoret setelah menderita cedera engkel. “Manuel adalah sosok teladan dalam hal dedikasi. Semua orang tahu dia adalah tipe pemain yang selalu ingin bermain, tetapi dokter memberitahu saya bahwa Manuel mengeluh sakit pada kakinya setiap latihan,” ungkap Low.

“Saya juga akan selalu memperhitungkan Thomas dan Toni karena mereka telah memberikan dedikasi yang hebat bagi timnas,” imbuhnya.

Sebagai gantinya, Low memanggil Patrick Herrmann yang bisa melakoni debut senior setelah tampil gemilang bersama Borussia Monchengladbach dengan mencetak 11 gol dari 32 laga di musim ini. Berikut adalah susunan skuat Die Mannschaft selengkapnya.

Kiper: Roman Weidenfeller (Borussia Dortmund), Ron-Robert Zieler (Hannover)

Bek: Jerome Boateng (Bayern Munich), Erik Durm (Borussia Dortmund), Jonas Hector (Koln), Mats Hummels (Borussia Dortmund), Shkodran Mustafi (Valencia), Antonio Rudiger (Stuttgart), Sebastian Rudy (Hoffenheim)

Gelandang: Karim Bellarabi (Bayer Leverkusen), Ilkay Gundogan (Borussia Dortmund), Patrick Herrmann (Borussia Monchengladbach), Sami Khedira (Real Madrid), Christoph Kramer (Borussia Monchengladbach), Mesut Ozil (Arsenal), Bastian Schweinsteiger (Bayern Munich)

Penyerang: Mario Gotze (Bayern Munich), Max Kruse (Borussia Monchengladbach), Lukas Podolski (Inter), Andre Schurrle (Wolfsburg)

Posted on

Wayne Rooney Yakin Juara Musim Depan

Wayne Rooney Yakin Juara Musim Depan

Wayne Rooney Yakin Juara Musim Depan

Menyusul finis di empat besar, Rooney meyakini pencapaian United bisa jauh lebih baik lagi musim depan dengan bersaing di trek juara.

Setelah Manchester United kembali finis di zona Liga Champions, Wayne Rooney menatap kans tim pada kampanye 2015/16 dengan kepercayaan diri tinggi.

Menempati peringkat tujuh di Liga Primer Inggris musim lalu dan untuk pertama kalinya terlempar dari zona elite Eropa dalam 19 tahun, United bangkit pada musim debut di bawah kepemimpinan Louis van Gaal dengan merebut posisi keempat.

Rooney meyakini pencapaian tim bisa jauh lebih baik lagi musim depan dengan bersaing di trek juara.

“Saya percaya kami dekat [untuk bisa kembali meraih titel]. Anda ambil 10, 11 laga pertama dan saya pikir kami mendapatkan 13 poin,” ujar sang kapten kepada Sky Sports News.

“Saat Anda mempertimbangkan periode dari setelah laga-laga tersebut hingga posisi di mana kami finis, kami mungkin meraih poin sebanyak tim-tim lainnya yang berpeluang juara.”

“Sebagai grup pemain, saya sendiri, dan sang manajer, kami semua meyakini kami dekat dengan titel dan saya yakin dengan tambahan satu atau dua pemain pada musim panas kami akan memiliki kans bagus untuk berusaha merebut titel.”

Pada laga penutup musim, Minggu (24/5) kemarin, Manchester United bermain imbang tanpa gol dengan tuan rumah Hull City yang akhirnya terdegradasi.

Posted on

Laporan Pertandingan: Thailand 1-0 Vietnam

Laporan Pertandingan: Thailand 1-0 Vietnam

Laporan Pertandingan: Thailand 1-0 Vietnam

Pasukan Kiatisuk Senamuang meraih tiga poin dalam laga pembuka kualifikasi Piala Dunia kontra Vietnam.

Thailand sukses memetik kemenangan berharga 1-0 atas Vietnam dalam laga pembuka kualifikasi menuju Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019 yang berlangsung di Rajamangala National Stadium, Minggu (24/5) malam WIB.

Mengawali laga dengan baik, Vietnam langsung memberikan perlawanan sengit sejak menit awal lewat aksi Vo Huy Toan sebelum kemudian diimbangi skuat The War Elephants yang mengandalkan kreativitas Chanathip Songkrasin di lini tengah.

Selepas momen tersebut, pasukan Kiatisuk Senamuang melancarkan sejumlah tekanan yang mampu dibendung tim tamu dan hingga turun minum skor kacamata bertahan. Di babak kedua, The Golden Star melakukan perubahan dan terus mampu mengimbangi permainan tuan rumah.

Vietnam yang berusaha untuk menghadirkan kejutan justru harus bermain dengan sepuluh pemain usai Nguyen Minh Cau mendapat kartu merah di menit ke-70. Unggul jumlah pemain, Thailand memecah kebuntuan lewat aksi Pokkhao Anan sembilan menit jelang laga bubar.

Selanjutnya, Thailand akan bertandang ke markas Cina Taipei dalam laga kedua pada 16 Juni mendatang. Sementara Vietnam dijadwalkan menjamu Indonesia pada 3 September.

Posted on

REVIEW La Liga Spanyol: Eibar & Almeria Terdegradasi

REVIEW La Liga Spanyol: Eibar & Almeria Terdegradasi

REVIEW La Liga Spanyol: Eibar & Almeria Terdegradasi

Kemenangan telak atas Cordoba tak bisa menyelamatkan Eibar dari jerat degradasi. Apalagi Almeria yang juga tumbang dari Valencia.

Persaingan di papan bawah klasemen La Liga Spanyol mencapai puncaknya pada hari ini. Adalah Eibar dan Almeria yang pada akhirnya tersingkir dari persaingan.

Hasil tersebut terbilang menyakitkan bagi Eibar, yang meraih kemenangan meyakinkan di partai terakhir mereka di musim ini, yaitu dengan menaklukkan Cordoba di kandang sendiri dengan skor telak 3-0.

Ada pun tiga gol yang dilesakkan pemain Eibar semuanya tercipta di babak pertama, yaitu antara lain oleh Mikel Arruabarrena di menit enam, Raul Navas di menit 11 dan Ander Capa di menit 34.

Tapi dengan perolehan 35 angka sejauh ini, Eibar harus mengalah dari Granada untuk posisi yang lebih baik di klasemen dan harus terdegradasi ke Segunda Division untuk musim depan. Ada pun Cordoba sudah dipastikan tersingkir dari kompetisi teratas di Spanyol setelah hanya mampu meraih 20 angka dari 38 laga mereka.

Sementara Almeria gagal meraih angka kala menjamu Valencia di Estadio Mediterraneo. Tim tuan rumah bahkan harus tumbang dengan skor 3-2 di depan pendukung sendiri.

Sempat memimpin lebih dulu lewat gol Thomas di menit sembilan sebelum disamakan Nicolas Otamendi di menit 28. Fernando Soriano kembali membawa Almeria memimpin dan Sofiane Feghouli kembali memaksakan hasil imbang di akhir babak pertama.

Gol dari Francisco Alcacer d menit 80 yang pada akhirnya memastikan tiga angka menjadi milik Valencia, yang sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions untuk musim depan.

Di tempat berbeda, Levante dan Elche menyudahi laga dengan hasil imbang 0-0. Sedangkan Athletic Bilbao menundukkan Villarreal dengan skor 4-0.

Ada pun pencetak empat gol Bilbao di laga tersebut antara lain Aritz Aduriz di menit 25 lewat tendangan penalti dan 60, Andoni Iraola di menit 28 dan Benat Etxearria di menit 36.

Raihan tiga angka juga didapat Celta Vigo kala menghadapi Espanyol. Bermain di Municipal de Balaidos dengan hanya berkekuatan sepuluh pemain sejak menit 20, Celta menang dengan skor 3-2.

Sergio Alvarez dikartu merah di menit 20 dan Espanyol mendapatkan kesempatan penalti di menit 23, yang dituntaskan dengan baik oleh Sergio Garcia untuk membawa timnya memimpin 1-0.

Hugo Mallo baru bisa menyamakan kedudukan di menit 38. Skor akhir di babak pertama pun berkesudahan dengan kedudukan 1-1.

Memasuki 45 menit kedua, Cristian Stuani membawa Espanyol memimpin tiga menit setelah kick off. Tapi Gustavo Cabral dan Nolito bisa mencuri dua gol, masing-masing di menit 58 dan 76 untuk memastikan kemenangan Celta di laga tersebut.

Sedangkan Sevilla bisa mencuri kemenangan 3-2 atas tuan rumah Malaga. Tiga angka juga diperoleh Real Sociedad kala dijamu Rayo Vallecano dengan keunggulan 4-2.

Posted on

Sejarah Hari Ini (23 Mei): Roy Keane Gagal Ikut Piala Dunia

Sejarah Hari Ini (23 Mei): Roy Keane Gagal Ikut Piala Dunia

Sejarah Hari Ini (23 Mei): Roy Keane Gagal Ikut Piala Dunia

Delapan hari jelang bergulirnya Piala Dunia 2002, Roy Keane malah dipulangkan karena terlibat friksi dengan pelatih Republik Irlandia, Mick McCarthy.

2002 jelas bukan tahun yang menyenangkan bagi Roy Keane. Sang gelandang tak mampu meraih satu gelarpun bersama Manchester United di musim itu. Kemudian setelah musim berakhir – dan ia mengumumkan untuk pensiun dari tim nasional Republik Irlandia – Keane malah gagal mengikuti kompetisi termahsyur seplanet bumi: Piala Dunia.

Selidik punya selidik, ternyata Keane dipulangkan karena membuat Mick McCarthy geram.

Gelandang veteran yang menjabat kapten Republik Irlandia itu sebenarnya tak memiliki masalah pribadi apapun dengan sang pelatih, McCarthy. Sebelum keberangkatan ke Jepang, skuat Rep. Irlandia terlihat baik-baik saja. Sesi latihan pun dinilai berjalan dengan lancar hingga mereka terbang ke Saipan, Jepang, untuk melakoni persiapan Piala Dunia 2002.

Di sinilah Keane mulai geram. Fasilitas latihan yang diterima oleh timnas Rep. Irlandia ternyata tak sesuai bayangannya. Pertama, alat-alat latihan terlambat datang di Saipan sehingga sesi latihan terpaksa mundur. Kedua, lapangan latihan yang digunakan Keane dkk dinilai tidak memenuhi standar. Keane bahkan menyebut lapangan tersebut “seperti area parkir mobil”.

Sehari setelah menyatakan ketidakpuasannya terhadap fasilitas latihan, Keane ketahuan bertengkar dengan Packie Boner dan Alan Kelly. Ia terlampau kecewa dan akhirnya memutuskan untuk keluar dari skuat, meminta federasi sepakbola untuk memulangkannya ke Manchester dengan segera. Namun, federasi sepakbola Irlandia tak mampu menyediakan tiket pulang secara mendadak.

Colin Healy sebenarnya sudah disiapkan untuk jadi pengganti Keane di Piala Dunia, seiring sang kapten tak kunjung kembali ke skuat. Untung saja McCarthy mau membujuknya untuk kembali sehingga Keane ikut serta di sesi latihan berikutnya.

Adapun Keane melakukan hal yang mengejutkan setelah kembali ke skuat Rep. Irlandia.

Gelandang United itu menggelar wawancara dengan Tom Humphries dari surat kabar Irish Times dan membeberkan kekecewaannya. Keane tak tanggung-tanggung menyebut fasilitas latihan yang mengecewakan hingga keputusannya untuk pergi meninggalkan rekan-rekannya untuk sementara.

Hal tersebut tentu memicu amarah McCarthy. Sang pelatih pun mengkonfrontasikan artikel tentang Keane tersebut di hadapan skuat Rep. Irlandia beserta segenap kru yang bertugas. Ia mengkritik habis tindakan Keane tersebut, tapi sang kapten ternyata tak melunak sedikitpun. Menurut Keane, publik Rep. Irlandia pantas mengetahui kebenaran dan apa yang terjadi sebenarnya.

Sayangnya, Keane menyelipkan penghinaan besar terhadap McCarthy kala itu. Niall McQuinn bahkan menyebut pidato 10 menit Keane saat itu – yang ditujukan pada McCarthy – tak berperasaan, kejam, menjatuhkan orang yang terlibat secara emosional, dan akhirnya menyebabkan kontroversi besar di masyarakat Irlandia.

Kesabaran McCarthy tampaknya sudah habis. Ia sempat membujuk Keane untuk kembali ke skuat beberapa hari sebelumnya, namun pada 23 Mei 2002, ia menarik kembali keputusannya dan melakukan hal yang sebaliknya. Sang pelatih mengungkapkan pernyataan resmi bahwa Keane dipulangkan dari skuat Rep. Irlandia di Jepang dan tak bisa mengikuti Piala Dunia.

“Saya tak bisa dan tak akan menoleransi penghinaan seperti itu yang diarahkan kepada saya, jadi saya mengirimnya pulang,” ujar McCarthy pada BBC. “Saya telah mengambil keputusan yang tepat, bukan hanya untuk keuntungan saya, tetapi juga untuk kepentingan skuat.”

“Ini merupakan keputusan yang besar, tapi saya lebih senang pergi ke Piala Dunia dengan kekurangan satu orang, ketimbang bersama satu orang yang menunjukkan ketidakhormatan dan acuh tak acuh pada saya,” tandasnya.

Di sisi sebaliknya, Keane masih saja mengutarakan kekecewaannya terhadap skuat Rep. Irlandia, fasilitas latihan, dan tentunya sang pelatih. “Kesehatan saya lebih penting. Saya datang kemari untuk bermain bagus dan saya ingin orang-orang di sekitar saya juga begitu. Jika saya kami semua tak menginginkan hal yang sama, tak ada gunanya. Hal seperti ini telah berjalan cukup lama,” ujarnya.

“Saya melakukan pekerjaan sia-sia dengan meminta beberapa orang memperbaiki beberapa hal tentang perjalanan ini. Dimulai dari fasilitas latihan dan lain-lain. Perjalanan ke Jepang ini merupakan pucuk gunung es,” tandas sang kapten.

Keane akhirnya pulang ke Manchester, sementara Rep. Irlandia tersingkir di babak 16 besar setelah kalah dari Spanyol. Setelan insiden tersebut, Keane vakum dalam kegiatan internasional, namun kembali membela Rep. Irlandia setelah McCarthy mundur dari jabatan kepelatihan dan digantikan oleh Brian Kerr.

Posted on

Alessandro Matri: Juventus Tak Takut Barcelona!

Alessandro Matri: Juventus Tak Takut Barcelona!

Matri tegaskan Juve tak takut dengan Barca.

Alessandro Matri: Juventus Tak Takut Barcelona!

Striker Juventus, Alessandro Matri, menegaskan jika timnya sama sekali tak takut dengan Barcelona, yang jadi lawan di final Liga Champions.

Juventus akhirnya keluar sebagai kampiun Coppa Italia musim 2014/15, setelah di final sukses menundukkan Lazio lewat skor tipis 2-1, Kamis (21/5) dini hari WIB.

Duel yang dilangsungkan di Olimpico Roma itu berlangsung amat seru dan ketat, sehingga pemenang pun harus ditentukan melalui babak perpanjangan waktu.

Striker pengganti, Alessandro Matri, jadi penentu kemenangan. Golnya pada menit ke-97, membuat I Bianconeri ungul 2-1 yang bertahan hingga pertandingan usai. Sang pahlawan lantas menegaskan kesiapannya untuk bertanding melawan Barcelona, di final Liga Champions.

“Kami tahu Barcelona adalah tim yang luar biasa kuat. Tapi, kami tak takut karena Juve juga merupakan tim kuat,” tegas Alessandro Matri, seperti dikutip Radio Rai.

“Kami sangat termotivasi dan amat merencanakan segalanya pada level tertinggi. Kemenangan tentu akan terasa indah, karena Massimiliano Allegri selalu melakukan hal yang tepat saat latihan.

“Apakah saya juga bakal mencetak gol di final Liga Champions? Mungkin saya bisa berbuat sesuatu, tapi saya tak mau berharap terlampau banyak,” pungkas pemain berusia 30 tahun tersebut.

Posted on

Isaiah Brown Ogah Dipinjamkan Chelsea

Isaiah Brown Ogah Dipinjamkan Chelsea

Isaiah Brown Ogah Dipinjamkan Chelsea

Penyerang berusia 18 tahun ini berharap Chelsea tidak meminjamkannya ke klub lain di musim panas ini.

Isaiah Brown bertekad untuk tetap bertahan di Chelsea sekaligus menyatakan keengganannya dipinjamkan ke klub lain pada musim depan.

Senin (18/5) lalu, Brown baru saja melakoni musim debut senior bersama The Blues dengan tampil selama 11 menit ketika timnya takluk 3-0 di tangan West Bromwich Albion. Debut tersebut menjadi ganjaran bagi Brown yang tampil gemilang bersama tim junior Chelsea dengan berhasil menjuarai FA Youth Cup dan UEFA Youth League.

Namun performa cemerlang di level junior tidak lantas menjadi jaminan bagi Brown untuk tetap masuk dalam rencana Jose Mourinho. Sebagaimana diketahui, lebih dari 20 pemain Chelsea kini berada di klub lain dengan status pinjaman, di antaranya Patrick Bamford, Marco van Ginkel, dan Christian Atsu. Brown tak ingin bernasib sama seperti mereka.

“Jika Anda bisa berlatih dengan para pemain terbaik di dunia dan belajar dari manajer terbaik di dunia, mengapa saya harus meminta hal lain?” ujar Brown kepada London Evening Standard.

“Jadi, lebih baik bagi saya berkembang di sini [Chelsea] ketimbang bermain di Championship. Apa yang terjadi musim depan bergantung dengan pra-musim besok. Kami harus duduk berdiksusi terkait masa depan saya. Tapi untuk jangka panjang, saya jelas memilih Chelsea,” imbuh sang penyerang muda.

Posted on

Moussa Sissoko: Tiga Poin Segalanya

Moussa Sissoko: Tiga Poin Segalanya

Moussa Sissoko: Tiga Poin Segalanya

Pemain tengah asal Prancis ini menegaskan bahwa tiga angka merupakan sesuatu yang tak bisa ditawar jika Newcastle United ingin bertahan di Liga Primer Inggris.

Gelandang Newcastle United, Moussa Sissoko, mengungkapkan bahwa meski timnya tengah berada dalam tekanan, tiga poin penuh di pertandingan terakhir mereka melawan West Ham United merupakan suatu keharusan.

Newcastle, saat ini berada di peringkat ke-17 klasemen sementara Liga Primer Inggris, dengan keunggulan dua angka atas Hull City, yang saat ini menduduki tempat terakhir di zona degradasi. Jika Hull bisa meraih tiga poin penuh atas Manchester United, Minggu (24/5) nanti, maka Newcastle butuh kemenangan besar dan berharap hasil pertandingan lain berpihak kepada mereka.

Kepada RMC, Sissoko mengatakan: “Akhir pekan ini, bagaimanapun caranya, hanya tiga poin yang penting.

“Paruh kedua musim ini sangat rumit, kami jauh lebih buruk dibandingkan dengan paruh pertama musim ini.

“Tentu saja tekanan bagi kami sangat besar. Kami harus mengesampingkan hal itu. Kami punya satu pertandingan lagi, dan kami harus memenangkan pertandingan tersebut bagaimanapun caranya.” tuturnya.

Sissoko juga menolak untuk membicarakan mengenai masa depannya jika The Toons terdegradasi: “Saya tidak memikirkan itu saat ini.”

Posted on

Laporan Pertandingan: Fiorentina 3-0 Parma

Laporan Pertandingan: Fiorentina 3-0 Parma


Laporan Pertandingan: Fiorentina 3-0 Parma

Fiorentina menjaga peluang finis di papan Liga Europa.

Fiorentina mampu bangkit dari kekalahan di tangan Sevilla di semi-final Liga Europa dengan meraih kemenangan 3-0 atas Parma dalam lanjutan Serie A pekan ke-36 di Stadio Artemio Franchi, Selasa (19/5) dinihari WIB.
Fiorentina gagal melaju ke final dengan kekalahan agregat 5-0, namun mereka dengan cepat bisa melupakan kesedihan dengan menggasak Parma tiga gol tanpa balas.

Tuan rumah unggul pada menit ke-13 melalui Gonzalo Rodriguez, yang sepakannya membuahkan hasil. Beberapa saat kemudian, mereka berpeluang unggul kembali, namun gagal berbuah gol. Giliran Parma yang nyaris menyamakan kedudukan ketika Raffaele Palladino gagal memanfaatkan peluang berhadap-hadapan satu-satu dengan lawan.

Fiorentina akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-31 lewat aksi Alberto Gilardino, yang memanfaatkan sepak pojok Matias Fernandez. Ini adalah gol ke-12 La Viola yang tercipta melalui situasi tendangan penjuru, sebagai yang terbanyak di antara tim-tim Serie A.

Mohamed Salah memperbesar kemenangan Fiorentina di babak kedua, tepatnya pada menit ke-56 dengan sebuah sepakan mendatar. Hingga pertandingan berakhir, tim tamu tidak mampu mencetak gol balasan.

Dengan kemenangan ini, Fiorentina naik ke peringkat kelima dengan mengumpulkan 58 poin, sedangkan Parma sudah dipastikan terdegradasi ke Serie B jauh-jauh hari.

Posted on

Merseyside Tertarik Datangkan Nani

Merseyside Tertarik Datangkan Nani

Merseyside Tertarik Datangkan NaniMenjelang berakhirnya English Premier League musim 2014-2015 ini sejumlah klub telah mulai menyusun daftar perburuan untuk dilakukan pada bursa transfer musim panas mendatang ini, tidak terkecuali team Everton. Klub asal Merseyside itu telah dikabarkan akan menjadikan pemain sayang yang di buangan oleh Manchester United yaitu Luis Nani sebagai salah satu targetnya pada bursa transfer musim depan.

Setelah menjadi pilihan yang paling utama pada beberapa musim sebelumnya Luis Nani telah gagal mempertahankan performanya pada era kepelatihan pelatih asalah Belanda yaiu Louis Van Gaal. Pemain sayap Luis Nani dengan usia 28 tahun itu akhirnya dipinjamkan ke raksasa Portugal yaitu Sporting Lisbon.

Sporting Lisbon yang telah dikabarkan tidak berniat untuk memperpanjang masa peminjamannya dengan Luis Nani yang selesai pada akhir musim ini. Everton yang mengincar Luis Nani pun siap memanfaatkan situasi tersebut seperti yang telah dimuat Sportsmole pada Minggu (17/5/2015). Pelatih Everton yaitu Roberto Martinez telah meminta manajemen klub untuk mengajukan tawaran untuk meminjam Luis Nani dari Manchester United.

Menurut pelatih Everton Roberto Martinez itu, pemain internasional asal Portugal itu akan sangat cocok dengan skema bermainnya untuk musim depan. Jika dapat berkontribusi sesuai dengan yang diharapkan, pembelian secara permanen bukan hal yang mustahil dan dapat terwujud.

Luis Nani sebenarnya masih terikat oleh kontrak dengan The Reds Devil yang merupakan julukan Manchester United hingga Juni 2018 mendatang. Namun kedatangan Memphis Depay dinilai akan semakin menyulitkannya mendapatkan tempat utama di team Manchester United tersebut.